Postingan

Merubah Sesuatu. [DEMO]

 Sekarang sudah jam 9.30 malam, aku baru saja selesai membaca buku "Norwegian Wood". Sungguh buku yang bagus. Walaupun membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk menamatkan buku itu, tapi rasanya puas setelah selesai membaca sebuah buku. Terasa lebih menyenangkan daripada membaca buku itu sendiri. Aku mendapatkan buku itu sebagai hadiah ulang tahunku yang ke 20 dari seorang rekan kerja yang merupakan penggemar Haruki Murakami. "Ini buku yang bagus. Kau harus membacanya!" Aku menerimanya dengan tersenyum canggung. Sangat sulit untukku membaca buku dalam waktu yang lama, pada awalnya buku itu hanya menjadi pajangan, sama seperti buku lainnya yang kubeli tetapi tidak pernah kubaca. Aku mendapatkan motivasi untuk mulai membaca "Norwegian Wood" saat aku tengah melamun sambil menyesapi kopi. Ditemani dengan musik jazz santai, aku mulai memikirkan banyak hal, aku melihat buku itu tersusun rapi namun tidak pernah kubaca. Akhirnya aku bangkit, mendekati rak itu dan ...

Miyasa

Kami seharusnya sedang jalan-jalan santai sekarang. Tetapi dikarenakan hujan yang turun dari jam 2 siang tidak kunjung berhenti mau tidak mau rencana itu harus dibatalkan. Kami berdiam diri di rumah, teleponan sambil ditemani rintik-rintik air hujan yang perlahan membasahi kota ini. Hari ini kurang beruntung, entah kenapa terpikir olehku. Rencana yang sudah kususun tentu menjadi berantakan sekarang, tetapi alam memang tidak pernah bisa diprediksi. Setidaknya kami masih bersama walaupun jarak yang jauh memisahkan kami. Asa bukan tipe orang yang suka berbicara banyak di telepon, aku juga begitu, hanya mendengar suara hujan yang sama di tempat yang berbeda. Rasanya aneh. Asa sepertinya sedang membaca buku, dia begitu tenang, tanpa ada suara yang keluar dari mulutnya. Sedangkan aku sekarang hanya melamun, menatap kehijauan sekitar yang basah. Sebenarnya kami tidak memiliki sebuah hubungan pasti, tidak memiliki sebuah ikatan ataupun status. Aku pernah mengungkapkan perasaanku kepadanya....

Fotonya Blur

  "Hei, kamu mau belajar menggunakan kamera?" Begitulah awal aku masuk ke dunia baru ini. Kakek yang mengajariku untuk menggunakan kamera, di usia senjanya ia menemukan hobi baru. Kakek adalah orang yang baik. Setelah diajarkan tentang kamera, aku langsung mengambil banyak foto, dari langit, bunga, sampai Litto, anjing kesayanganku. Semua yang bisa kufoto, akan kuabadikan menggunakan kamera. Itu waktu yang lama. Saat itu aku masih 15 tahun, lima tahun berganti aku sudah berusia 20 sekarang. Tetapi rasa itu masih tertempel di kepalaku. Banyak yang sudah berubah selama lima tahun yang tidak terasa cepatnya. Litto sudah menjadi anjing besar, aku tidak menyangka dia bisa tumbuh sebesar itu. Aku membawa kamera untuk memfoto kakek yang terakhir kalinya. Dia mengenakan stelan jas berwarna biru tua yang terlihat keren. Di tangan kirinya melingkar jam tangan kesayangannya yang masih menyala. Kakek terkena serangan jantung tadi pagi dan sekarang terbaring di peristirahatan terakhirnya....

Tentang Seseorang

Saat itu, umurku 16 tahun, seorang remaja dengan waktu yang terus berjalan dan terasa menyenangkan. Tidak ada yang tidak menyenangkan saat itu, aku punya segalanya. Aku punya banyak teman, walaupun mereka tidak bisa dikatakan baik, tetapi mereka temanku. Aku juga punya orang yang bisa kuanggap sebagai orang Istimewa. Dia adalah kakak kelasku, orangnya manis, bahkan saking manisnya kurasa lebah akan meninggalkan madu untuk mendapatkannya. Dia juga orang yang baik, satu-satunya orang yang aku tau apapun yang dia lakukan adalah kebaikan. Namanya Aulia. Aulia Kirani Putri. Saat itu aku sedang mengantarkan temanku ke UKS, hipotensinya mendadak kumat jadi kami mencari obat di UKS. Disaat itu lah bertemu dengannya, dia sedang bertugas untuk menjaga ruangan UKS yang sepi pengunjung. Saat kami datang, mataku langsung terpanah melihatnya yang sedang membaca buku dengan kacamata bulatnya. Aku mengetuk pelan pintu UKS itu, ia langsung menoleh. "Permisi kak." Dia langsung menutup bukunya...